Kolaborasi Mahasiswa NTU Singapura dan LESMAN: Berdayakan Potensi Desa Cluntang Boyolali

BOYOLALI – Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali kedatangan rombongan pemuda dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada Sabtu (30/05/2026). Sebanyak 50 relawan yang tergabung dalam gerakan Balik Kampoeng ini hadir bukan untuk berwisata, melainkan membawa misi pemberdayaan potensi lokal desa.

 

Simbolis penyerahan bibit pohon dari Balik Kampoeng kepada perwakilan Pemerintah Desa Cluntang. Foto : Dok. LESMAN

Menggandeng LESMAN sebagai mitra kolaborasi lokal, tim Balik Kampoeng menginisiasi serangkaian aksi nyata mulai dari penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, hingga workshop digital untuk UMKM di Desa Cluntang. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini juga turut dihadiri dan didukung penuh oleh Pemerintah Desa Cluntang. Kegiatan tersebut juga dibantu oleh kelompok SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) Cluntang, PMI, dan berbagai elemen masyarakat.

 

Aksi Tahunan Gerakan “Balik Kampoeng”

Sesuai namanya, Balik Kampoeng merupakan organisasi sukarelawan yang diinisiasi oleh mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di NTU Singapura. Setiap tahun, mereka berkomitmen untuk pulang ke tanah air guna menyelenggarakan aksi sosial yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Boyolali terpilih menjadi pusat pergerakan mereka. Selain menggelar aktivitas di Desa Cluntang bersama LESMAN, tim Balik Kampoeng juga melakukan berbagai giat dinamika kelompok di SMAN 1 Boyolali, Yayasan Rumah Peduli Anak, dan Paras Milk.

 

Penanaman Pohon Bernilai Konservasi

Dalam aksi lingkungan kali ini, tim Balik Kampoeng menyalurkan 50 bibit pohon alpukat, 50 bibit pohon kopi, dan 25 bibit pohon beringin. Bibit alpukat dan kopi ditanam di pekarangan rumah warga dengan tujuan ganda: menjaga struktur tanah sekaligus menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di masa depan. Pemilihan kedua jenis tanaman ini didasarkan pada kesesuaian potensi wilayah dan kebutuhan riil warga Desa Cluntang.

 

 

Proses penanaman bibit alpukat di salah satu pekarangan warga. Foto : Dok. LESMAN

Sementara itu, 25 bibit pohon beringin difokuskan untuk area konservasi air di sekitar sumber mata air Kali Gondang dan Kali Cowek, yang menyuplai air bersih untuk 55 KK di Desa Cluntang. Proses penanaman berlangsung cukup menantang karena para relawan harus turun ke pinggir tebing yang curam. Dipandu oleh warga lokal, para mahasiswa ini merasakan langsung perjuangan menjaga merawat sumber mata air lewat penanaman pohon konservasi.

 

Penanaman bibit pohon beringin di area Kali Gondang. Foto : Dok. Carolous Edo, volunteer LESMAN
Jalan menuju sumber mata air Kali Cowek. Foto : Dok. LESMAN

Pembangunan 13 Sumur Resapan Baru

Guna mengatasi isu air, kolaborasi ini juga mewujudkan pembangunan sumur resapan di pemukiman warga. Pada hari pelaksanaan, para relawan bergotong royong bersama warga selama kurang lebih 6 jam untuk menyelesaikan 2 sumur resapan terakhir. Sementara 11 sumur resapan lainnya telah dicicil dan diselesaikan lebih awal oleh masyarakat Desa Cluntang melalui sistem kerja bakti.

 

Proses penggalian lubang untuk sumur resapan. Foto : Dok. Carolous Edo, volunteer LESMAN
Penggalian lubang di titik 2 sumur resapan. Foto : Dok. Carolous Edo, volunteer LESMAN

Bahu-membahu dengan warga, para relawan ikut menggali lubang sedalam 3 meter, membuat saluran masuk air (inlet), hingga memasang buis beton. Kehadiran 13 sumur resapan baru ini diharapkan mampu meminimalisir risiko erosi, mengurangi genangan saat curah hujan tinggi, sekaligus mengoptimalkan cadangan air tanah di Desa Cluntang.

 

Workshop pelatihan desain canva. Foto : Dok. Bagiyo, warga Cluntang

Pelatihan Digital: Dongkrak Kelas UMKM Desa

Tidak hanya berfokus pada ekologi, Balik Kampoeng dan LESMAN juga menyasar sektor ekonomi lewat workshop pemberdayaan UMKM Desa Cluntang. Dalam pelatihan ini, para perwakilan UMKM diajak langsung mempraktikkan pembuatan desain kemasan menggunakan aplikasi Canva serta menyusun strategi digital marketing.

Program ini hadir sebagai solusi konkret atas pemetaan masalah yang ditemukan saat tim melakukan asesmen mendalam beberapa bulan lalu. Melalui kemasan yang lebih memikat dan jangkauan pasar digital yang lebih luas, produk olahan khas Desa Cluntang diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *